BUTON, MetroAnanoLiwu .com– Potensi pertanian di Kabupaten Buton dinilai masih sangat besar untuk mendorong ekonomi dan membuka lapangan kerja. Berangkat dari hal itu, Arif Afandi mengembangkan lahan perkebunan seluas sekitar tiga hektare di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, sebagai contoh pertanian produktif yang melibatkan masyarakat.
Warga Desa Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, itu menerapkan pertanian terpadu dengan menanam berbagai komoditas, mulai dari jahe, kunyit, dan kencur hingga kelapa entok, jambu biji merah, durian Black Thorn, pepaya California, pepaya Thailand, cabai rawit, dan alpukat.

Ket. Foto: Ibu-ibu Desa Koholimombono menanam bibit jahe, kunyit, dan kencur di lahan perkebunan milik Arif Afandi di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, sebagai bagian dari pengembangan pertanian rempah.
Menurut Arif, diversifikasi tanaman penting untuk menjaga produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan pola ini, panen bisa berlangsung berkelanjutan dan memberi pendapatan yang lebih stabil.
Selain menghasilkan komoditas bernilai ekonomi, kebun tersebut juga menyerap tenaga kerja lokal. Dalam pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman, Arif melibatkan warga sekitar, terutama ibu-ibu, dengan sistem upah harian.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar,” ujar Arif Afandi.
Bidik Pasar Luar Daerah
Hasil budidaya jahe, kunyit, dan kencur rencananya dipasarkan ke Surabaya, Jawa Timur, yang memiliki permintaan tinggi terhadap rempah. Menurut Arif, kepastian pasar menjadi kunci agar petani lebih bersemangat meningkatkan produksi.
Berbekal Pengalaman yang Telah Terbukti
Arif menyebut konsep serupa pernah ia jalankan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan hasilnya cukup berhasil dalam menggerakkan ekonomi warga.
“Program seperti ini pernah saya jalankan di Kabupaten Pacitan dan hasilnya cukup berhasil. Karena itu saya yakin, jika diterapkan di Kabupaten Buton dengan dukungan pemerintah dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik lahan, hasilnya juga akan sangat baik,” katanya.
Dorong Optimalisasi Lahan Masyarakat
Arif menilai Buton memiliki banyak lahan tidur dan lahan masyarakat yang belum dimanfaatkan optimal. Ia berharap Pemkab Buton melalui Dinas Pertanian dapat mendukung pemanfaatan lahan lewat bibit unggul, pendampingan teknis, bantuan sarana produksi, dan akses pemasaran.
Selaras dengan Target Penciptaan Lapangan Kerja
Menurut Arif, pertanian sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperluas kesempatan kerja karena mampu menyerap tenaga kerja dari pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen.
Ia berharap kebun di Koholimombono bisa menjadi contoh bahwa pertanian bukan hanya soal panen, tetapi juga kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan warga, sektor ini diyakini dapat menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di Kabupaten Buton.


Komentar