BUTON, MetroAnanoLiwu.Com – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H. dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Buton. Kepercayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi petani, dan para pelaku usaha pertanian dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah.
Pelantikan pengurus HKTI tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, H. Abdul Kadir Karding, dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Aula Serba Guna Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Kamis (10/9/2026).
Dalam kegiatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2026–2031.
Usai menerima amanah tersebut, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menegaskan bahwa HKTI harus mampu menjadi ruang komunikasi yang efektif antara pemerintah dan petani. Menurutnya, keberadaan organisasi petani penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan program pembangunan pertanian benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“HKTI harus menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan petani. Kita harus mendengar kebutuhan petani dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi,” ujar Alvin.
Ia mengatakan, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan juga perlu memperhatikan bagaimana hasil pertanian dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.
Menurut Alvin, peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi bagian penting dalam setiap program pengembangan pertanian. Karena itu, upaya tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi, pengelolaan hasil, penguatan kelembagaan petani hingga akses pemasaran.
“Petani harus mendapatkan nilai yang lebih baik dari hasil kerjanya. Ini yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.
Bupati Buton juga berharap HKTI dapat menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus ikut memberikan masukan terhadap arah pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Buton.
Ia menilai, Buton memiliki berbagai potensi pertanian yang dapat dikembangkan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang terencana serta sinergi antara pemerintah, kelompok tani, pelaku usaha dan seluruh pihak terkait.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus membuka ruang kerja sama dengan kelompok tani dan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pertanian Buton,” jelasnya.
Alvin menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dengan organisasi petani guna menciptakan program pertanian yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
“Potensi kita banyak. Tinggal bagaimana kita kelola bersama supaya petani semakin maju dan kesejahteraannya ikut meningkat,” pungkasnya.


Komentar