BUTON – Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kondowa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan yang menyebut tempat mereka sebagai sumber 5 ton solar ilegal yang diamankan Polres Buton, beberapa waktu lalu.
Pemilik SPBN Kondowa, Hasmina, secara tegas membantah keterlibatan pihaknya dalam praktik tersebut.
“Kita sejujurnya merasa terganggu karena kita punya SPBN ini disebut-sebut. Kita tidak tahu solar yang ditangkap polisi itu dari mana. Jadi apa yang disebut di media itu tidak betul,” tegas Hasmina saat dikonfirmasi di kediamannya, Desa Kondowa, Senin (30/3/2026).
Klarifikasi ini diperkuat dengan kooperatifnya pihak SPBN dalam proses hukum.
Admin SPBN Kondowa, Midi, mengaku telah memenuhi panggilan Unit Tipiter Reskrim Polres Buton untuk memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada Jumat pekan lalu.
Ia mengaku dalam mengelola SPBN, pihaknya melayani sekitar 450 hingga 500 nelayan dengan kuota solar subsidi sebanyak 80 ton per bulan. Distribusi dilakukan berdasarkan rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan Kabupaten Buton dengan jatah 1-3 jerigen per nelayan.
Selain nelayan yang datang langsung, Midi mengakui bahwa terdapat sistem koordinator atau jasa ambil (ojek) bagi nelayan yang terkendala jarak. Namun, ia tidak menjamin solar bisa sampai ke tangan nelayan setelah keluar dari area SPBN.
“Kami tidak tahu setelah keluar dari pagar SPBN itu solarnya dikemanakan. Yang pasti ketika kami berikan itu berdasarkan rekomendasi dari perikanan. Kami tidak mungkin bisa ikut mereka sampai ke rumahnya,” jelas Midi.
Meski pihak SPBN mengklaim menjual sesuai harga subsidi yakni Rp6.800 per liter atau Rp136.000 per jerigen (20 liter), fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Berdasarkan pantauan, harga solar subsidi yang sampai ke tangan nelayan justru melambung di kisaran Rp170.000 hingga Rp200.000 per jerigen.
Midi menegaskan, jika ditemukan bukti bahwa solar yang mereka keluarkan tidak sampai ke nelayan sasaran, pihaknya akan mengambil langkah tegas.
“Kalau ada yang terbukti ternyata solar yang kami keluarkan tidak sampai ke tangan nelayan, maka biar ada rekomendasinya kami tidak akan kasih lagi,” pungkasnya.


Komentar